Saturday, October 1, 2011

guidance


seberapa banyak, seberapa sering, sepenuh apa, setinggi apa.
ada yang jatuh, ada pula yang terbangun.
apa itu nyaman? apa itu gusar?
apa itu menghindar? apa itu berlari?
coba jelaskan. hey wahai dirimu, ya kau yang berfilosofi.

aku meringis, penuh sesak gejolak di dada.
aku berkaca-kaca, dan sayangnya terlihat.
aku menanti, tapi tak kunjung datang.
aku berlari, tapi tak ada perhentian.
aku mencari, sulit sekali mendapat jawaban.
aku bersabar, entah sampai tahun ke berapa aku bersabar.
aku ingin dibimbing, bukan dipimpin.
aku ingin dibimbing, bukan digiring.
aku ingin dibimbing, bukan sekedar mengkuti.

wahai engkau berjiwa dewasa, cobalah bimbing adik kecil ini.
ya, aku akan mencoba, dengan penuh kesadaran.
sadar akan batas kenyamanan.
kenyamanan ini sudah bergeser.

bimbinglah wahai jiwa dewasa.
aku menanti kedamaian di ujung tahun sana.

Tuhan, jika memang selalu ada kesempatan kedua, berikanlah.
aku ingin waktu diputar satu tahun ke belakang.
aku rindu hidup ceria tanpa sendu.
aku rindu matahari benderang tanpa hujan.
berikanlah, Tuhan.

2 comments:

Vidia Chandra Dewi said...

ini kenapa lagi sih deh lah si maneh? --"

kalau pepatah bilang, semua akan indah pada waktunya adek.. dan ada juga yang bilang.. lunaklah pada dirimu, mka dunia akan keras kepadamu; keraslah pada dirimu, maka dunia yang akan lunak kepadamu.. :D

Semangaaat! Kita pasti BISA melewati semua keadaan terburuk apapun! Sunsun~ :*

Hanna Fadhila said...

oceh! urg coba dengan "keraslah pada dirimu, maka dunia yang akan lunak kepadamu". cing sukses ah.

maneh juga smangaat! :) :)