Tuesday, January 18, 2011

secarik hidup

mau jadi apa kau kelak nanti nak?
si kecil pun tidak sanggup menjawab.

hidup. untuk apa kamu hidup?
hiduplah selagi kamu bisa berdiri tegak menghadapi tiupan badai kehidupan.
nafas. untuk apa kamu bernafas?
bernafaslah selagi kamu bisa menghirup harumnya gelak tawa kehidupan.
lihat. untuk apa kamu melihat?
lihatlah, selagi kamu bisa menyaksikan asap-asap kehidupan yang mengepul.

gurung pasir di depanmu memang terlampau luas,
tapi ingat, di sana ada sebuah oase yang dapat menyegarkan pikiran dan akal sehatmu nak.
dan ingatlah jangan kau termakan oleh buaian harumnya buah dari pepohonan asing di sana,
percayalah pada bekal yang sudah kau bawa. itu sudah cukup.

No comments: